Blognya Arantan

Kalau dulu public relation fungsinya langsung direct ke massa, era berikutnya menggunakan media untuk contact ke massa. Sekarang petanya lebih rumit lagi… ada influencer, blogger, yang bisa dijadikan teman connector dan amplifier untuk influence massa. Mereka memang bisa jadi teman influencer, selama amunisisi yaitu content yang jitu bisa disampaikan. Hari gini publik sudah sangat pintar dan kritis! Bukan soal siapa yang berbicara… tapi contentnya yang ditelaah.

Dalam menangani PR crisis, kejujuran dan kecepatan seringkali menjadi sangat penting. SOP dalam menangani crisis berbeda-beda untuk setiap perusahaan, tapi secara umum yang biasa dilakukan suatu perusahaan dalam menghadapi PR crisis adalah sebagai berikut:

  1. Letupan krisis terjadi…
    Koordinasi dan investigasi tentang krisis itu sendiri, seberapa besar magnitudenya, apa yang sesungguhnya terjadi? Perlu mendapat gambaran yang jelas tentang krisis tersebut.
  2. Ukur dampak krisis
    Sebesar apa dan siapa yang terkena dampaknya, dimana?
  3. Usaha menyelsaikan krisis tersebut secara teknis
    Penyelsaian krisis bisa bermacam-macam sesuai krisisnya itu sendiri…

View original post 318 more words

Advertisements